Asal-Usul Penyakit Cacar Telah Diketahui, Ternyata Berkaitan dengan DNA Kuno Zaman Viking

Written by Carol on October 10, 2020 in Uncategorized with no comments.

Semua pasti tahu adanya penyakit corona yang akhir-akhir ini banyak dicari tahu dari mana asalnya. Penyakit yang disebabkan oleh virus itu telah menggemparkan banyak ilmuwan di seluruh negara se-dunia. Tak hanya corona, ada suatu penyakit yang dikejar asal-usulnya oleh ahli virologi dunia yakni penyakit cacar yang juga telah turut menggemparkan dunia. Asal-usul cacar kini telah nampak.

Cacar dahulu merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh setiap orang. Berbagai suku menganggap bahwasannya adanya penyakit cacar adalah dikarenakan adanya perbuatan makhluk gaib. Tidak hanya itu bekas koreng yang ditimbulkan oleh penyakit ini sangat merisaukan. Namun kini, ketakutan dan keresahan masyarakat itu telah turun dikarenakan layanan kesehatan telah mutakhir.

Zaman dahulu, setiap daerah maupun suku memiliki argumen yang berbeda-beda mengenai keberadaan cacar.  Misalkan saja, suku Dayak, Sumatera agar terhindar dari marabahaya seperti ini harus turun dataran rendah dan mengasingkan diri. Orang Bali dan Borneo menganggap kematian atas cacar ini adalah buruk (tidak diterima di surge). Adapun orang Jawa sudah terbiasa dalam menghadapi penyakit menular salah satunya cacar ini.

Adapun asal-usul penyakit cacar tersebut telah jelas ada dan telah diyakini oleh setiap mereka berdasarkan pada penelitian para ilmuwan virology. Ulasan terkait asal-usul penyakit cacar ada di bawah ini. 

Asal Usul Penyakit Cacar 

Para peneliti kini telah berhasil membuktikan asal-usul penyakit cacar berdasarkan penemuannya atas DNA virus cacar yang telah lama purba / punah yakni ditemukan pada sisa arkeologi Zaman Viking yang terjadi sekitar 1.400 tahun lampau di daerah Eropa Utara. Bukti genetik ini diketahui dari tertanggal sampel DNA tersebut yang tercatat pada 603 tahun SM.

Berdasarkan kutipan Jum’at (24/07/2020) dari Pokerace99v1, para tim peneliti Internasional telah melakukan penelitian besar dengan mencoba mengurutkan genom strain virus yang mana didapatkan dari gigi orang-orang daerah Viking di semua situs pemakaman Zaman Viking yang terletak di Wilayah Eropa Utara.

Terkait asal-usul penyakit cacar ini telah diungkapkan secara jelas oleh Kepala Peneliti Studi yang bernama Eske Willerslev bahwasanya timnya telah mendapatkan temuan strain cacar baru pada gigi orang Viking. Ia pun mengungkapkan bahwa struktur genetik yang diketahuinya berbeda dengan virus cacar modern yang pada abad 20 telah diberantas. Kemungkinan besar Viking menyebarkan virus ini karena pada saat menderita ini mereka bepergian ke Eropa.

 Para peneliti pun menyebutkan bahwa informasi demikian mengenai genetic yang usianya lebih dari 1.400 tahun yang lalu tersebut sangatlah penting. Hal ini dikarenakan dapat memberikan pelajaran berharga tentang sejarah evolusi virus variola yang mana menjadi sebab dari penyakit cacar.

Keuntungan lebih lanjutnya yakni bisa digunakanlah informasi asal-usul penyakit cacar sebagai bahan acuan serta tambahan pengetahuan bagi para peneliti / ilmuwan dalam menyingkirkan virus di masa-masa yang akan datang. Terlebih dari itu, bahwa memang virus memiliki banyak cara untuk bermutasi menjadi strain yang lebih membahayakan maupun menjadi lebih ringan.

Penyakit cacar sifatnya menyebar. Jadi seorang terjangkit akan menularkan dan menyebarlah virus itu ke banyak orang melalui droplet. Berdasarkan sejarah tercatat ada kurang lebih 300 juta jiwa meninggal diakibatkan cacar pada abad ke 20. Pemberantasan baru berhasil melalui upaya vaksinasi global pada tahun 1980 silam.

Asal-usul penyakit cacar telah dipercayai para sejarawan telah ada sejak 10.000 tahun SM. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiahnya.

Comments are closed.